Riski Emilia, atau yang akrab disapa Rimelia, merupakan sosok perempuan muda asal Pontianak, Kalimantan Barat, yang memiliki perjalanan inspiratif dalam pendidikan, organisasi, kewirausahaan, hingga pemberdayaan perempuan. Mahasiswi Teknik Industri Universitas Tanjungpura ini dikenal sebagai pribadi yang aktif, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Sejak kecil, Riski telah terbiasa melihat perjuangan orang tuanya dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Pengalaman tersebut membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri. Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ia bahkan mulai belajar berwirausaha dengan menyisihkan uang jajannya untuk membeli barang dagangan yang kemudian dijual kembali kepada teman-temannya. Dari pengalaman sederhana tersebut, jiwa kewirausahaannya terus tumbuh hingga saat ini.

Masa remaja menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Riski. Menyadari keterbatasan akses pendidikan di daerah tempat tinggalnya, ia memutuskan merantau ke Kota Singkawang untuk melanjutkan pendidikan menengah. Jauh dari orang tua tidak membuatnya menyerah. Justru, kondisi tersebut menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi. Semasa SMA, Riski aktif dalam berbagai organisasi seperti OSIS, Pramuka, Paskibraka, serta pencak silat.

Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut di Universitas Tanjungpura, Program Studi Teknik Industri, dengan IPK 3,75/4,00. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa, Riski tetap aktif mengikuti berbagai organisasi dan kegiatan pengembangan diri. Ia terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Tanjungpura, AIESEC Future Leaders, hingga berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pengalamannya tersebut semakin mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan public speaking.

Riski juga memiliki pengalaman profesional yang beragam. Ia pernah menjalani program MSIB sebagai Regional HC Specialist di PT Bank Rakyat Indonesia, kemudian melanjutkan pengalaman sebagai Marketing Intern di PT Pertamina. Selain itu, ia aktif sebagai Make Up Artist dan Content Creator. Melalui aktivitas tersebut, Riski tidak hanya mengembangkan kreativitas, tetapi juga membangun kemampuan dalam mengelola klien, melakukan negosiasi, membuat konten, serta memanfaatkan media sosial secara positif.

Kecintaannya terhadap budaya, pemberdayaan, dan pengembangan diri juga tercermin dari berbagai pengalaman yang ia ikuti. Salah satunya ketika dipercaya menjadi pemimpin tim dalam Program Sekolah Ekspor LACCORE yang mengembangkan produk Tas Noken Papua sebagai produk ekspor berbasis budaya Indonesia. Ia juga memiliki pengalaman dalam kegiatan pencak silat, program pemberdayaan desa, serta berbagai kegiatan sosial yang memperluas wawasannya tentang kontribusi perempuan di masyarakat.

Kini, perjalanan tersebut membawanya meraih gelar Winner Putri Hijabfluencer Kalimantan Barat 2026 sekaligus menjadi Perwakilan 1 Putri Hijabfluencer Indonesia 2026. Bagi Riski, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang untuk terus meng-upgrade diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ia ingin menjadikan hijab bukan hanya sebagai kain yang menutup kepala, tetapi juga sebagai bagian dari dakwah kecil dalam menyuarakan kewajiban berhijab kepada generasi muda.

Dengan pengalaman dan semangat yang dimilikinya, Riski berharap dapat terus membawa nilai positif melalui eksistensinya di ruang digital maupun kehidupan nyata. Ia ingin membuktikan bahwa perempuan dapat berkarya, berprestasi, dan menginspirasi tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diyakininya. Perjalanannya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi, melainkan awal untuk menciptakan langkah yang lebih besar.