Naqiyya Hadina Hasibuan merupakan sosok muslimah muda yang tumbuh dengan semangat belajar, keberanian berbicara, serta kepedulian terhadap isu pendidikan dan lingkungan. Lahir di Jakarta pada 14 November 2010, Naqiyya kini menempuh pendidikan di International Islamic School Malaysia High School. Pengalamannya belajar di lingkungan multikultural menjadi salah satu perjalanan yang membentuk dirinya sebagai pribadi yang terbuka, adaptif, dan percaya diri.

Sejak usia dini, Naqiyya telah menunjukkan ketertarikan pada public speaking, debat, dan Model United Nations (MUN). Kecintaannya terhadap dunia komunikasi membawanya mengikuti berbagai kompetisi dan pengalaman internasional. Pada 2025, ia dipercaya mewakili Amerika Serikat dalam Asian World Model United Nations (AWMUN) di Seoul, meraih penghargaan Best Dressed, serta menjadi finalis Malaysian Inter-Private School Debate Championship. Pada 2026, ia kembali dipercaya mewakili Republik China dalam Nexus Model United Nations di Putrajaya.

Kemampuan berbicara dan kepemimpinannya juga terus berkembang melalui berbagai pengalaman. Naqiyya telah menjadi Master of Ceremonies (MC) dalam berbagai kegiatan resmi dan assembly di sekolahnya, sekaligus aktif dalam storytelling dan kepenulisan. Ia pernah meraih Juara 1 Alpen Cup DKI Jakarta kategori Storytelling serta menjadi finalis lomba menulis dengan karya berjudul “Helium Emosi Rea”. Di lingkungan sekolah, ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua OSIS International Islamic School Malaysia.

Tidak hanya unggul dalam bidang komunikasi, Naqiyya juga memiliki ketertarikan besar pada sains dan matematika. Berbagai prestasi telah diraihnya, mulai dari finalis Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) tingkat nasional pada 2021, medali emas Kompetisi Sains BrandiCator pada 2022, hingga medali emas dan penghargaan Peserta Paling Inovatif dalam Muslim Wanna Be Scientist Award 2025. Ia juga meraih medali perak dalam Muslim Youth Innovation melalui inovasi “Plastik Biodegradable dari Kulit Pisang” dan menjadi finalis Kihajar STEM tingkat nasional dengan inovasi alat sterilisasi masker.

Kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu nilai yang ingin terus ia bawa dalam perjalanan sebagai generasi muda. Naqiyya meyakini bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga dapat menjadi sarana menghadirkan solusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut turut ia wujudkan melalui keterlibatannya sebagai volunteer Green Policing Polda Riau bersama Putri Hijab Riau.

Di bidang kreativitas dan personal branding, Naqiyya juga menunjukkan kemampuan yang kuat. Pada 2026, ia meraih predikat Best Content Creator Putri Hijab Riau serta Best Advocate Speaker atas penyampaian isu-isu lingkungan. Ia juga pernah meraih Juara 2 Digital Holiday Contest kategori Vlog dan Editing. Perpaduan antara kemampuan komunikasi, kreativitas digital, dan kepedulian sosial menjadi kekuatan yang membentuk karakter Naqiyya sebagai muslimah muda yang aktif dan inspiratif.

Perjalanan Naqiyya semakin bermakna ketika ia berhasil meraih Second Runner Up (RU 2) Putri Hijabfluencer Riau 2026, sekaligus dipercaya menjadi Perwakilan Riau 3 pada ajang Putri Hijabfluencer Indonesia 2026. Baginya, mahkota bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan amanah untuk terus menjadi pribadi yang memberikan pengaruh positif.

Melalui perjalanan tersebut, Naqiyya ingin memanfaatkan platform yang dimilikinya untuk menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa edukasi mengenai kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pentingnya menjadi pribadi yang berdaya. Ia bahkan memiliki cita-cita untuk mendirikan organisasi non-pemerintah (NGO) yang berfokus pada isu kesehatan dan lingkungan.

Dengan bekal prestasi akademik, pengalaman internasional, kemampuan public speaking, kepemimpinan, serta kepedulian sosial, Naqiyya Hadina Hasibuan hadir sebagai representasi Riau 3 yang membawa semangat bahwa perempuan muda berhijab mampu bersuara, berkarya, dan menciptakan dampak nyata. Bersama Naqiyya, dari niat menjadi cahaya, dari suara menjadi karya.