Khaira Lubna Muyassar, yang akrab disapa Lubna, merupakan mahasiswi Program Studi Teknologi Pascapanen di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memiliki ketertarikan kuat pada public speaking, media kreatif digital, kepemimpinan, serta pengembangan perempuan muda. Berbekal pengalaman akademik dan organisasi, Lubna tumbuh menjadi sosok yang aktif, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Selama menempuh pendidikan di ITB, Lubna tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif mengambil peran dalam berbagai organisasi dan kegiatan kemahasiswaan. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal KARSA 2026, anggota Badan Pengurus Eksternal HMPP “Vadra” ITB, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa. Pengalaman tersebut mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi, manajemen, serta kerja sama tim yang menjadi bagian penting dalam perjalanan dirinya.
Kiprahnya juga terlihat dalam kegiatan pengembangan karakter dan sosial. Lubna pernah menjadi Trainer Character Development Training, Mentor KAT ITB, serta terlibat dalam program Wardah Youth Ambassador. Di bidang kreatif, ketertarikannya terhadap dunia teater turut menjadi ruang untuk mengembangkan kepercayaan diri, kreativitas, empati, dan kemampuan berkomunikasi di hadapan publik.
Tidak berhenti pada organisasi, Lubna juga memiliki pengalaman dalam dunia kreatif digital. Sebagai Ketua Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia Kreatif Aku Masuk ITB 2026, ia turut mengelola anggota, merancang sistem rekrutmen, serta mendukung produksi dan publikasi konten. Kemampuan tersebut diperkuat dengan keterampilan menggunakan Canva, CapCut, dan Microsoft Office, serta kemampuan dalam pembuatan konten dan pemasaran digital.
Pada tahun 2026, perjalanan Lubna memasuki babak baru setelah berhasil meraih gelar Winner Putri Hijabfluencer Jawa Barat 2026. Pencapaian tersebut sekaligus membawanya menjadi Perwakilan Jawa Barat 1 pada ajang Putri Hijabfluencer Indonesia 2026, sebuah langkah yang membuka ruang lebih luas baginya untuk membawa nilai, gagasan, dan kontribusi positif ke tingkat nasional.
Melalui Putri Hijabfluencer, Lubna membawa advokasi “Beyond Perfection”, sebuah gerakan yang lahir dari keresahannya terhadap tekanan sosial dan budaya perfeksionisme yang banyak dialami perempuan muda di era digital. Baginya, nilai seorang perempuan tidak semata-mata ditentukan oleh validasi sosial, standar kesempurnaan, maupun pencapaian, tetapi juga oleh karakter, proses, dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Dengan berbagai pengalaman yang telah dilalui, Lubna berharap dapat terus menciptakan ruang yang lebih sehat, suportif, dan berdaya bagi generasi muda, khususnya perempuan. Perjalanannya menjadi bukti bahwa prestasi bukan hanya tentang gelar yang diraih, tetapi juga tentang keberanian untuk mengambil peran, membawa manfaat, dan menyebarkan nilai positif. Bagi Lubna, perempuan tidak harus menjadi sempurna untuk menjadi berharga.




