Ada orang yang mengejar kemenangan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu. Namun, ada pula yang menjadikan kemenangan sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Nur Rosyiidah adalah salah satunya. Pelajar kelas XII di MAN Barito Selatan ini tumbuh sebagai sosok yang aktif, komunikatif, dan berani mengambil ruang untuk berkembang—bukan hanya di atas panggung, tetapi juga di tengah masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Lahir di Barito pada 19 Januari 2009, perjalanan Nur Rosyiidah dipenuhi pengalaman yang membentuk keberaniannya. Ia aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari Forum Anak Daerah, Forum Genre, organisasi siswa, Dewan Ambalan, hingga tim multimedia. Baginya, organisasi bukan sekadar daftar pengalaman dalam CV, melainkan tempat belajar memahami manusia, bekerja bersama, memimpin, dan berani bertanggung jawab atas pilihan.
Prestasinya pun datang dari banyak arah. Ia pernah meraih Juara 1 Bintang Remaja Kabupaten Barito Selatan 2025, Juara 2 Lomba Bercerita tingkat SMA Provinsi Kalimantan Tengah 2026, hingga Runner Up 1 Duta Genre Kabupaten Barito Selatan 2026. Di bidang keagamaan, ia berprestasi dalam syarhil Qur’an dan pidato bahasa daerah, sementara di bidang akademik dan seni ia juga menorehkan prestasi dalam Olimpiade Sains dan FLS3N film pendek.
Namun, ada satu hal yang membuat perjalanan Nur terasa lebih bermakna: ia tidak membiarkan prestasi berhenti menjadi angka dan gelar. Di luar kompetisi, ia mengembangkan diri sebagai MC, koordinator acara, narasumber, penari, modeller, hingga kreator video. Beragam peran tersebut membuatnya belajar bahwa kemampuan seseorang tidak seharusnya dikurung dalam satu bidang saja.
Di antara banyak aktivitasnya, perhatian Nur terhadap isu kesehatan mental menjadi salah satu sisi yang paling kuat. Melalui gerakan #MentalSi (Mentality Health with Syi), ia ingin menghadirkan ruang yang lebih aman bagi remaja untuk mengenal, memahami, dan peduli terhadap kesehatan mental. Ia percaya bahwa media sosial tidak harus selalu menjadi tempat untuk menunjukkan pencapaian, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk berbagi manfaat, membangun kesadaran, dan saling menguatkan.
Kini, langkah itu membawanya pada pencapaian baru sebagai Winner Putri Hijabfluencer Kalimantan Tengah sekaligus Perwakilan 1 Putri Hijabfluencer Indonesia. Gelar tersebut bukan sekadar mahkota yang dikenakan, melainkan kesempatan untuk membawa nilai, suara, dan gagasan yang selama ini ia perjuangkan ke ruang yang lebih luas.
Bagi Nur, menjadi Putri Hijabfluencer bukan tentang menjadi sosok yang terlihat sempurna. Justru, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa seorang muslimah muda dapat memiliki banyak mimpi, berani berprestasi, aktif berorganisasi, sekaligus tetap membawa nilai-nilai positif dalam setiap langkahnya.
Ia ingin memperluas gerakan #MentalSi, menginspirasi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan mental, serta menggunakan media sosial sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai yang membangun. Sebab baginya, pengaruh yang paling berarti bukanlah seberapa banyak orang mengenal namanya, tetapi seberapa banyak orang yang menjadi lebih berani melangkah setelah mendengar ceritanya.
Nur Rosyiidah sedang tidak sekadar membangun prestasi. Ia sedang membangun alasan mengapa prestasi itu harus berarti. Dari Barito Selatan menuju panggung Putri Hijabfluencer Indonesia, langkahnya menjadi pengingat bahwa usia muda bukan alasan untuk menunggu. Jika ada sesuatu yang ingin diperjuangkan, mulailah dari apa yang bisa dilakukan hari ini—bertumbuh, berani, dan memberi manfaat.




