Berawal dari perjalanan hidup yang penuh proses, Alifia hadir sebagai sosok perempuan muda yang terus bertumbuh melalui pendidikan, organisasi, kewirausahaan, hingga dunia komunikasi. Perempuan kelahiran Surabaya, 2 Desember 2002 ini percaya bahwa setiap tempat yang didatangi dan setiap pengalaman yang dilalui selalu membawa pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sebagai anak perempuan pertama dari sebelas bersaudara, Alifia tumbuh dengan rasa tanggung jawab, kemandirian, disiplin, dan kepedulian yang kuat. Baginya, menjadi anak sulung bukan sekadar urutan dalam keluarga, tetapi juga kesempatan untuk belajar menjadi contoh bagi adik-adiknya. Rasa ingin tahunya yang tinggi membuat Alifia senang mencoba hal-hal baru dan menjadikan setiap proses, baik yang mudah maupun penuh tantangan, sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Perjalanan pendidikannya dimulai di Sekolah Tunas Mekar Indonesia sebelum melanjutkan ke SMA Tri Sukses Natar. Setelah lulus pada 2020, Alifia menempuh pendidikan di sejumlah pondok pesantren, mulai dari Pondok Pesantren Al Muflihun Jakarta Pusat, Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, hingga Pondok Pesantren Minhaajurrosyidin dan Pondok Pesantren Kertosono. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaannya, tetapi juga mengajarkannya tentang akhlak, kedisiplinan, kesederhanaan, serta pentingnya mengabdi kepada sesama.
Setelah menyelesaikan masa pendidikan dan pengabdian, Alifia melanjutkan studi Manajemen di Universitas Teknokrat Indonesia. Di tengah kesibukan akademik, ia aktif mengembangkan diri melalui berbagai organisasi dan kegiatan kampus. Ia bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Manajemen, UKM Duta Teknokrat, serta Campus Talent Universitas Teknokrat Indonesia. Kemampuannya dalam berkomunikasi juga membawanya dipercaya menjadi Master of Ceremony dan moderator dalam berbagai kegiatan.
Pengalaman tersebut menjadi ruang bagi Alifia untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik, membangun kepercayaan diri, mengatur waktu, bekerja sama, serta memahami pentingnya tanggung jawab. Ia juga pernah terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai MC, moderator, hingga talent kampus.
Tidak hanya aktif dalam organisasi, Alifia juga memiliki semangat kewirausahaan. Sejak 2019, ia membangun Mrs.Gifft yang bergerak di bidang aksesori, custom keychain, hampers, hantaran, dan berbagai produk personalisasi. Pada 2022, ia kembali mengembangkan usaha melalui toko frozen food. Baginya, dunia bisnis bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu, tetapi juga menjadi tempat untuk belajar mengambil keputusan, menyelesaikan masalah, menjaga konsistensi, dan membangun keberanian untuk mewujudkan impian.
Kecintaannya terhadap komunikasi dan media sosial turut menjadi bagian penting dalam perjalanan Alifia. Ia memandang media sosial bukan hanya sebagai ruang untuk membangun citra diri, tetapi juga sebagai sarana untuk menyebarkan inspirasi, memberikan manfaat, mengedukasi, dan menghadirkan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
Perjalanan itu kemudian membawanya mengenal dunia pageant melalui keluarga besar Duta Teknokrat. Dari sana, langkah Alifia semakin berkembang hingga berhasil meraih gelar Winner Putri Hijabfluencer Lampung 2026 dan melanjutkan perjalanan ke tingkat nasional dalam ajang Putri Hijabfluencer Indonesia 2026.
Di ajang nasional tersebut, Alifia membawa sebuah advokasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda, yaitu DIVA (Digital Value & Awareness). Melalui advokasi ini, ia ingin mengajak perempuan muda untuk memahami bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah pengikut, likes, atau komentar, melainkan oleh akhlak, ilmu, karakter, serta manfaat yang mampu diberikan kepada orang lain.
Bagi Alifia, media sosial seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh, saling menguatkan, menyebarkan kebaikan, dan memberikan dampak positif, bukan sekadar tempat mencari validasi.
Perjalanan Alifia hingga berada di titik ini tentu tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Keluarga, sahabat, mentor, dosen, pembina UKM Duta Teknokrat, serta berbagai pihak yang hadir dalam setiap proses menjadi bagian penting dalam langkahnya. Ia menyadari bahwa tidak ada pencapaian yang benar-benar lahir sendirian.
Kini, perjalanan Alifia di Putri Hijabfluencer Indonesia 2026 bukan sekadar tentang sebuah gelar. Lebih dari itu, ia membawa harapan untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan kontribusi sebagai perempuan muslimah yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan bermanfaat.
Dengan pengalaman di bidang organisasi, kewirausahaan, komunikasi, serta kepeduliannya terhadap penggunaan media sosial yang positif, Alifia menjadi gambaran perempuan muda yang berani melangkah sekaligus tetap memegang nilai yang diyakininya.
Sebab bagi Alifia, menjadi perempuan sempurna bukanlah tujuan. Yang terpenting adalah terus bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, berakhlak, dan mampu meninggalkan manfaat bagi sesama.




